ACEH TAMIANG, RMNEWS.ID- Danantara Indonesia resmi menyerahkan sebanyak 600 unit hunian sementara (huntara) kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana.
Penyerahan tersebut menjadi wujud dukungan sektor BUMN dalam membantu masyarakat kembali memiliki tempat tinggal yang layak dan aman.
Managing Director Stakeholder Management and Communications Danantara Indonesia, Rohan Hafas, menegaskan bahwa pembangunan huntara tidak hanya berfokus pada penyediaan bangunan fisik.
Menurutnya, hunian dirancang agar benar-benar mampu mendukung kehidupan keluarga terdampak dalam menjalani aktivitas sehari-hari secara normal kembali.
“Pemulihan tidak cukup hanya membangun rumah. Yang terpenting adalah memastikan hunian ini memberi rasa aman dan ruang bagi keluarga untuk kembali beraktivitas dengan layak,” ujarnya, dikutip dari AJNN, Jumat, 09 Desember 2025.
Upaya tersebut mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya menilai kolaborasi antara BUMN dan pemerintah daerah dalam penyediaan huntara ini sebagai contoh sinergi yang patut ditiru oleh daerah lain.
“Kita patut bangga dengan kolaborasi ini. Sinergi seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi wilayah lain dalam menangani dampak bencana,” katanya.
Sementara itu, Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi menyampaikan bahwa pendistribusian huntara akan dilakukan secara bertahap.
Pada tahap awal, pemerintah daerah akan menyalurkan 100 unit terlebih dahulu agar proses adaptasi warga dapat berjalan dengan baik.
“Ini hunian pertama yang kami terima sejak bencana. Masyarakat sudah lama menunggu hunian yang layak. Kami akan mendistribusikannya secara bertahap,” ujar Armia.
Pembangunan huntara dimulai pada 24 Desember 2025 dan rampung serta diserahterimakan pada 8 Januari 2026.
Hunian tersebut dibangun dengan struktur kokoh dan dilengkapi fasilitas dasar seperti air bersih, sanitasi memadai, serta jaringan listrik untuk menunjang kehidupan sehari-hari.
Selain tempat tinggal, kawasan huntara juga dilengkapi fasilitas pendukung berupa layanan kesehatan, klinik, taman bermain, akses internet, hingga listrik gratis.
Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu warga tidak hanya bertahan di masa transisi, tetapi juga perlahan memulihkan kondisi sosial dan ekonomi keluarga terdampak bencana.**
Redaktur: Gusti Rangga
Sumber: AJNN
























































