PEKALONGAN, RMNEWS.ID- Cuaca ekstrem melanda wilayah Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, pada Sabtu sore (10/1/2026).
Hujan deras yang datang bersamaan dengan hembusan angin kencang menyebabkan kerusakan pada puluhan rumah warga, bangunan sekolah, hingga fasilitas layanan kesehatan.
Peristiwa tersebut terjadi secara mendadak sehingga membuat warga panik.
Banyak penghuni rumah berlarian keluar untuk menghindari risiko tertimpa material bangunan yang beterbangan akibat terpaan angin.
Berdasarkan hasil pemantauan awal di lapangan, kawasan yang mengalami dampak terparah berada di Desa Karangrejo dan Desa Karyomukti.
Sejumlah fasilitas pendidikan, termasuk SMK NU Kesesi dan beberapa gedung SMP, mengalami kerusakan cukup parah setelah atap baja ringan runtuh.
Salah satu warga Karangrejo, Istiqomah, mengungkapkan bahwa angin bertiup sangat kencang disertai suara keras dari atap rumah yang terlepas.
“Kejadiannya cepat sekali. Genting beterbangan, kami sekeluarga langsung keluar rumah karena takut,” ujarnya, Minggu (12/1/2026), dikutip dari Okezone.
Selain merusak bangunan, bencana tersebut juga mengganggu akses dan infrastruktur.
Di Desa Karangrejo, tiang listrik tumbang hingga sempat menutup jalur lalu lintas. Sementara di wilayah Desa Kauman dan Karyomukti, sejumlah pohon besar roboh dan menghalangi jalan utama.
Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD Kabupaten Pekalongan, PMI, serta relawan segera dikerahkan untuk membersihkan material pohon tumbang dan memperbaiki jaringan listrik agar tidak membahayakan warga.
Sekretaris Desa Karangrejo, Muhammad Yusuf, menyampaikan bahwa pemerintah desa saat ini tengah melakukan pendataan kerusakan dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penyaluran bantuan darurat bagi warga terdampak.
Sementara itu, Kapolsek Kesesi AKP Dulsalim memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Namun, kerugian materiil diperkirakan cukup besar. “Kami bersama Koramil, BPBD, dan warga masih terus bergotong royong memperbaiki rumah yang rusak serta memastikan kegiatan belajar di sekolah bisa segera kembali normal,” jelasnya.**
Redaktur: Gusti Rangga
Sumber: Okezone
























































