KEPULAUAN TALAUD, RMNEWS.ID- Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,1 yang mengguncang wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, pada Sabtu malam (10/1/2026) meninggalkan kerusakan pada rumah warga dan sejumlah fasilitas umum.
Meski demikian, pemerintah memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka berat dalam peristiwa tersebut.
Berdasarkan keterangan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), gempa menyebabkan dampak materiel yang kini masih didata secara detail di lapangan.
Sementara itu, aktivitas masyarakat di beberapa kecamatan terdampak mulai berangsur pulih, meskipun sebagian warga masih merasakan trauma akibat guncangan kuat.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa situasi pascagempa relatif terkendali.
“Tidak ditemukan laporan korban meninggal maupun luka berat. Sementara ini tercatat sekitar 12 kepala keluarga terdampak, dengan 12 unit rumah serta dua fasilitas kesehatan mengalami kerusakan dan masih diverifikasi,” ujarnya, Senin (12/1/2026), dilansir dari Beritasatu.
Gempa terjadi pada pukul 21.58 WIB dengan pusat gempa berada di laut, berkedalaman 17 kilometer.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami, meski getarannya dirasakan cukup kuat selama sekitar 20–30 detik.
Sejumlah wilayah yang merasakan dampak guncangan antara lain Kecamatan Kabaruan, Damau, Melonguane, dan Salibabu.
Saat kejadian, warga sempat panik dan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Listrik yang sempat padam di beberapa titik dilaporkan telah kembali normal.
BMKG juga mencatat adanya satu kali gempa susulan dengan magnitudo 4,6. Gempa lanjutan tersebut tidak menimbulkan kerusakan tambahan yang berarti.
Hingga kini, BPBD setempat terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa guna memastikan keamanan wilayah serta kebutuhan warga pascagempa.
BNPB pun mengimbau masyarakat tetap tenang, menjauhi bangunan yang mengalami retakan, serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan BMKG terkait perkembangan situasi.**
Redaktur: Gusti Rangga
Sumber: Beritasatu























































