BALIKPAPAN, RMNEWS.ID- Insiden kecelakaan laut terjadi di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (27/1/2026) siang.
Kapal Ferry Dharma Kartika IX yang baru tiba dari Pelabuhan Pare-pare dilaporkan mengalami kemiringan saat proses sandar, mengakibatkan sejumlah kendaraan di dek kapal bergeser dan saling menimpa.
Peristiwa tersebut menelan korban jiwa. Tiga penumpang dinyatakan meninggal dunia akibat terjepit badan truk bermuatan berat, sementara tiga penumpang lainnya mengalami luka parah dan harus mendapatkan perawatan intensif.
Tim SAR gabungan yang melibatkan Basarnas, TNI Angkatan Laut, serta unsur terkait langsung dikerahkan ke lokasi.
Proses evakuasi berlangsung dramatis dan memakan waktu cukup lama karena korban berada di bawah tumpukan kendaraan dan muatan.
Kepala Basarnas Balikpapan, Dodi Setiawan, mengatakan petugas menghadapi kendala berat dalam proses penyelamatan.
“Korban terjepit di area kemudi kendaraan dan sebagian tertindih muatan truk lain. Kami terpaksa memindahkan sembako dan muatan berat secara manual sebelum mencapai titik korban,” jelasnya, dikutip dari Sindo.
Ia menambahkan, pencarian korban sempat diperluas setelah adanya laporan penumpang yang kehilangan anggota keluarganya.
Dua korban terakhir akhirnya ditemukan di luar kendaraan, tepat di belakang mobil korban pertama, dalam kondisi tertimbun muatan truk yang bergeser akibat kapal miring.
Seluruh korban meninggal dunia telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Balikpapan.
Sementara itu, tiga korban luka berat segera dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Dokter Balai Kesehatan Karantina Balikpapan, dr. Sembiring, menyebutkan kondisi korban luka cukup serius.
“Korban luka berat terdiri dari dua perempuan dewasa dan satu anak. Dugaan sementara mereka mengalami patah tulang pada bagian kaki akibat terhimpit muatan kapal,” ujarnya.
Pihak otoritas pelabuhan bersama instansi terkait masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kemiringan kapal.
Dugaan awal mengarah pada faktor distribusi muatan atau kondisi teknis kapal saat melakukan manuver sandar.
Setelah seluruh korban berhasil dievakuasi, operasi pencarian dan penyelamatan resmi dihentikan.
Penanganan selanjutnya difokuskan pada proses investigasi dan evaluasi keselamatan pelayaran.**
Redaktur: Gusti Rangga
Sumber: Sindo
























































