Viral di Jakarta Barat: Pria Pengamen Dituding Gendong Mayat, Ternyata Bawa Biawak Raksasa
Sebuah video yang beredar di media sosial baru-baru ini sempat menghebohkan jagat maya di Jakarta Barat. Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang pria sedang melintas membawa sebuah karung putih di pundaknya. Gerak-geriknya yang terkesan terburu-buru dan karung yang dibawa menimbulkan spekulasi liar di kalangan publik, bahkan banyak yang menuding pria tersebut menggendong mayat. Ketegangan pun mereda setelah pihak kepolisian turun tangan dan melakukan penyelidikan mendalam.
Penelusuran Polisi Menguak Fakta Sebenarnya
Menanggapi keresahan masyarakat dan beredarnya video viral tersebut, aparat kepolisian dari Polres Metro Jakarta Barat segera bergerak cepat. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Arfan Zulkan, membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan di lokasi kejadian yang terekam dalam video. Berdasarkan hasil penelusuran dan konfirmasi di lapangan, terungkap bahwa pria yang menjadi sorotan tersebut bernama Dedi Suherli.
“Benar, pria tersebut membawa biawak. Anggota kami sudah langsung cek ke lokasi,” ujar AKBP Arfan Zulkan pada Minggu (8/2/2026). Ia menambahkan, “Sudah dipastikan memang biawak yang dibawa oleh pria tersebut.”
Pihak kepolisian memastikan bahwa tudingan yang menyebutkan Dedi membawa mayat adalah tidak benar. Karung putih yang ia bawa ternyata berisi seekor biawak hidup berukuran cukup besar. Kejadian ini berlangsung pada Sabtu (7/2/2026) malam, di kawasan RT 012 RW 06 Krendang, Tambora, Jakarta Barat.
Bukan Pelanggaran Hukum, Hanya Salah Paham
Meskipun sempat menjadi viral dan menimbulkan kekhawatiran, Dedi Suherli dipastikan tidak akan dikenai sanksi hukum. AKBP Arfan Zulkan menjelaskan bahwa jual beli hewan seperti biawak tidak dilarang selama tidak melanggar peraturan konservasi yang berlaku.
“Karena jatuhnya kayak difitnah, padahal dia bukan bawa mayat,” katanya, merujuk pada kesalahpahaman yang terjadi.
Sebagai langkah tindak lanjut, Dedi Suherli telah mendapatkan pembinaan dari pihak Polsek Tambora. Hal ini dilakukan untuk memberikan pemahaman dan mencegah kejadian serupa terulang kembali, serta untuk meluruskan informasi yang beredar di masyarakat.
Kisah di Balik Pembawaan Biawak Raksasa
Dedi Suherli sendiri merupakan seorang pengamen yang biasa beraktivitas di kawasan Lampu Merah Petojo, Gambir, Jakarta Pusat. Ia menceritakan kronologi kejadian yang membuatnya menjadi viral. Saat sedang mengamen, Dedi melihat seekor biawak berukuran jumbo di Kali Petojo.
Tergerak untuk menangkapnya, Dedi pun berusaha melempar biawak tersebut hingga akhirnya hewan reptil itu naik ke daratan dan berhasil ia tangkap. Biawak yang berhasil ditaklukkannya itu memiliki panjang sekitar dua meter.
Setelah berhasil menangkap biawak tersebut, Dedi memasukkannya ke dalam sebuah kardus. Rencananya, ia ingin membawa biawak itu ke daerah Lokasari, Jakarta Barat, untuk dijual. Namun, di Lokasari, tidak ada pembeli yang tertarik. Akhirnya, Dedi memutuskan untuk membawa biawak tersebut pulang ke kontrakan.
Dalam perjalanan pulang, ia mengganti kardus dengan karung yang lebih kokoh untuk membawa biawak tersebut. Saat itulah, keberadaan Dedi yang sedang membawa karung tersebut terekam oleh kamera CCTV di salah satu gang sempit di wilayah Krendang Selatan, Jakarta Barat. Rekaman inilah yang kemudian beredar luas dan menimbulkan kesalahpahaman.
Permohonan Maaf dan Imbauan Polisi
Mengetahui videonya menjadi viral dan menimbulkan spekulasi negatif, Dedi Suherli menyampaikan permohonan maafnya kepada masyarakat. Melalui sebuah video yang diunggah oleh akun Instagram, jacklyn_choppers, tim Jatanras Polda Metro Jaya, Dedi menunjukkan bahwa biawak yang dibawanya masih hidup dan berada di rumahnya.
“Minta maaf ya, udah bikin rame, bikin viral. Maaf ya pak, itu bukan mayat, itu biawak,” ucap Dedi dalam video tersebut, sembari menunjukkan biawaknya. Ia berharap agar masyarakat tidak lagi resah dan memahami kejadian sebenarnya.
Tim Opsnal Subdit Jatanras Polda Metro Jaya, di bawah pimpinan AKBP Abdul Rahim, memang telah melakukan penyelidikan intensif dengan menyisir rekaman CCTV dan meminta keterangan saksi di sekitar lokasi. Hasil penyelidikan ini menguatkan bahwa dugaan adanya mayat dalam karung tersebut adalah keliru.
Pihak kepolisian berharap agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Penting untuk selalu menunggu informasi resmi dari sumber yang terpercaya sebelum menyebarkan dugaan yang dapat menimbulkan keresahan publik. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya literasi digital dan kehati-hatian dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial.
























































