Untuk menghidupkan Kembali Warisan Melayu Bangka di Kabupaten Lingga
LINGGA, RMNEWS.ID-Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Lingga memimpin doa pada peresmian Surau Babul Ihsan di Desa Merawang, Sabtu, 14 Februari 2026. Momentum ini menjadi tonggak penting bagi masyarakat setempat dalam memperkuat kehidupan spiritual sekaligus menjaga warisan budaya Melayu Bangka yang telah berakar selama berabad-abad di wilayah Kabupaten Lingga.
Acara peresmian berlangsung khidmat dan dihadiri lebih dari 100 jamaah dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Lingga. Kegiatan ini dirangkaikan dengan haul jama dan silaturahmi masyarakat menjelang datangnya bulan suci Ramadan.
Dalam sambutannya, pengurus surau, Hazni Hamka, mengungkapkan bahwa pembangunan Surau Babul Ihsan telah melalui proses panjang selama lima tahun. Ia menyebut desain bangunan mengusung ciri khas Melayu Bangka, sebagai refleksi identitas mayoritas masyarakat setempat.
“Surau ini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi simbol perjalanan sejarah panjang. Sejak lima abad lalu, masyarakat Melayu Bangka telah menjadi bagian penting dari kehidupan di Lingga. Kini, warisan itu kita lanjutkan melalui rumah ibadah ini,” ujar Hamka.

Acara menghidupkan kembali Warisan Melayu Bangka di Kabupaten Lingga, provinsi Kepri. (Foto/Handoyo).
Ia menambahkan, pembangunan surau saat ini telah mencapai 85 persen. Bangunan dengan ukuran 15 x 18 meter persegi itu berdiri di tengah komunitas yang terdiri dari sekitar 40 kepala keluarga. Meski masih menyisakan beberapa tahap penyelesaian, surau tersebut sudah mulai difungsikan untuk kegiatan keagamaan.
Hamka juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan surau, mulai dari pemerintah daerah, masyarakat setempat, hingga para donatur dari luar negeri seperti Singapura, Malaysia, dan Australia, serta para perantau dari Batam.
Ia secara khusus menyebut dan mendoakan atas kontribusi tokoh yang telah kembali menghadap ilahi yaitu Nyat Kadir yang selama hidup beliau turut memberikan dukungan dan bantuannya.
“Ini bukti bahwa semangat kebersamaan dan kepedulian umat melampaui batas wilayah. Surau ini berdiri dari gotong royong, doa, dan cinta masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Surau, H. Indra Rukian, optimistis Surau Babul Ihsan sudah dapat digunakan secara penuh pada Ramadan tahun ini.
“Insya Allah, Ramadan tahun ini jamaah sudah bisa beribadah dengan nyaman di surau ini. Ini menjadi kebahagiaan besar bagi masyarakat,” ujarnya.
Kepala KUA Lingga, sebagai perwakilan dari Kementerian Agama Republik Indonesia di tingkat kecamatan, berharap surau tersebut menjadi pusat pembinaan keimanan, pendidikan Al-Qur’an, serta penguat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.*
Laporan : Handoyo rmnews.id Kabupaten Lingga.























































