NATUNA, RMNEWS.ID-paya memperkuat dakwah Al-Qur’an di wilayah perbatasan kembali ditandai dengan pembukaan Dauroh Qur’an Angkatan Ke-4 yang digelar Pondok Tahfidz Qur’an Hidayatullah Natuna pada Ahad, 23 Februari 2026. Program pembinaan intensif ini diikuti 22 santri dari kalangan generasi muda Natuna.
Kegiatan pembukaan berlangsung sederhana namun khidmat. Para peserta yang hadir tampak antusias mengikuti rangkaian acara yang menjadi pintu awal pembinaan hafalan dan pemahaman Al-Qur’an secara terstruktur.
Pengasuh dauroh, Ustadz Tah Huwandila, dalam sambutannya menekankan pentingnya konsistensi dakwah di daerah perbatasan. Menurut dia, tantangan pembinaan generasi Qur’ani di Natuna membutuhkan kesungguhan dan kesinambungan program.
“Al-Qur’an harus menjadi cahaya bagi generasi Natuna. Target kita bukan sekadar hafal, tetapi mampu mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan,” ujarnya.

Dauroh Qur’an Angkatan Ke-4 Dibuka, Upaya Cetak Kader Qur’ani di Perbatasan Natuna. (Foto/Handoyo).
Program dauroh ini dirancang sebagai pembinaan intensif, mencakup tahfidz, tahsin, serta penguatan adab dan kedisiplinan santri. Model pembelajaran dilakukan secara terarah dengan pendampingan harian.
Dalam beberapa tahun terakhir, geliat dakwah Al-Qur’an di Natuna menunjukkan peningkatan. Sejumlah program pembinaan santri dan kegiatan keumatan mulai tumbuh, seiring keterlibatan para dai dan lembaga pendidikan Islam setempat.
Pihak penyelenggara menyebutkan, dauroh ini menjadi bagian dari upaya membangun basis kader Qur’ani di wilayah terluar Indonesia. Selain fokus pada pendidikan Al-Qur’an, lembaga juga mendorong pembinaan karakter dan kepemimpinan santri.
Melalui Dauroh Qur’an Angkatan Ke-4, Pondok Tahfidz Qur’an Hidayatullah Natuna menargetkan lahirnya generasi yang mampu menjadi penggerak dakwah di tengah masyarakat. Program ini diharapkan tidak hanya melahirkan penghafal Al-Qur’an, tetapi juga agen perubahan sosial di Natuna.*
Laporan : Handoyo rmnews.id Lingga.
























































