LINGGA, RMNEWS.ID-Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lingga menggelar kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di Aula SMA Negeri 1 Lingga, Rabu (25/2/2026). Kegiatan ini menjadi ruang pembinaan karakter bagi pelajar agar siap menghadapi tantangan zaman dengan bekal nilai-nilai keislaman.
Kepala KUA Lingga, Muhammad Amin, hadir bersama staf penyuluh agama Islam, Mazidah, serta Humas KUA, Muh Hamka Syaifudin. Kegiatan ini diikuti puluhan siswa dengan suasana yang hangat dan dialogis.
Dalam pemaparannya, Muhammad Amin menekankan pentingnya membangun identitas sebagai pribadi muslim sejak usia sekolah. Ia mengajak para pelajar menjaga akhlak, memperkuat ibadah, serta menjauhi perilaku yang dapat merusak masa depan.
“Remaja hari ini adalah pemimpin masa depan. Tantangan zaman begitu terbuka, mulai dari pergaulan bebas, budaya pacaran yang tidak sehat, hingga arus media sosial yang tanpa batas. Karena itu, bentengnya adalah iman, ilmu, dan akhlak,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa prestasi akademik harus berjalan seiring dengan kualitas moral. Menurutnya, menjadi pelajar yang taat beragama bukan berarti tertinggal, melainkan memiliki arah hidup yang jelas.

Bentengi Remaja dari Pergaulan Bebas, KUA Lingga Gelar BRUS di SMA Negeri 1 Lingga. (Foto/Handoyo).
Sementara itu, Mazidah menyoroti peran ibadah puasa dalam membentuk karakter generasi muda. Ia menjelaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi latihan pengendalian diri yang sangat relevan bagi remaja.
“Puasa melatih kita untuk disiplin, sabar, dan mampu menahan diri dari hal-hal yang tidak bermanfaat. Jika nilai puasa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, maka siswa akan terhindar dari perilaku negatif dan lebih fokus pada cita-cita,” tuturnya.
Ia juga mengajak siswa memanfaatkan waktu dengan kegiatan positif seperti belajar, membaca Al-Qur’an, serta aktif dalam kegiatan keagamaan di sekolah.
Pendamping kegiatan dari SMA Negeri 1 Lingga, Asman Jaya, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan BRUS tersebut. Ia menilai kegiatan ini memberi penguatan moral yang sangat dibutuhkan oleh para siswa di tengah derasnya pengaruh global.
“Kami berterima kasih kepada KUA Lingga atas bimbingan yang diberikan. Materi yang disampaikan sangat menyentuh dan relevan dengan kondisi anak-anak didik kami,” katanya.
Melalui kegiatan BRUS ini, KUA Lingga berharap nilai-nilai keislaman tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi menjadi pedoman hidup para pelajar dalam membentuk generasi yang berakhlak, berilmu, dan berdaya saing.*
Laporan : Handoyo rmnews.id Kab. Lingga.
























































