MUSI RAWAS UTARA, RMNEWS,ID-Ikatan Mahasiswa Musi Rawas Utara (IMATARA) menyatakan sikap tegas terhadap dugaan tidak optimalnya penanganan laporan pengancaman yang telah disampaikan kepada Polres Musi Rawas Utara (Muratara).
IMATARA menilai bahwa sampai saat ini belum terdapat kejelasan dan tindak lanjut yang memadai terhadap laporan tersebut.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai komitmen dan keseriusan Polres Muratara dalam memberikan perlindungan hukum kepada masyarakat, khususnya kepada mahasiswa yang menyampaikan aspirasi dan menjalankan aktivitas organisasi.
MATARA menegaskan bahwa pihaknya tidak meminta aparat kepolisian untuk serta-merta menyatakan pihak yang dilaporkan bersalah.
Namun, setiap laporan dugaan tindak pidana harus ditangani melalui proses hukum yang objektif, profesional, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Apabila terdapat bukti mengenai dugaan pengancaman, maka bukti tersebut harus ditindaklanjuti.
Sebaliknya, apabila setelah dilakukan penyelidikan ternyata tidak ditemukan unsur pidana, hal tersebut juga harus disampaikan secara jelas berdasarkan alasan dan mekanisme hukum yang dapat dipertanggungjawabkan.
Atas kondisi tersebut, IMATARA mempertanyakan kepemimpinan Kapolres Musi Rawas Utara dalam memastikan jajarannya menjalankan tugas penegakan hukum secara profesional.
IMATARA menilai perlu adanya evaluasi serius terhadap kinerja dan kepemimpinan Kapolres Muratara apabila persoalan ini terus dibiarkan tanpa kejelasan.
IMATARA juga menyatakan bahwa pihaknya siap mengambil langkah konstitusional dengan melakukan aksi demonstrasi ke Mabes Polri di Jakarta apabila tidak terdapat perkembangan dan kejelasan dalam penanganan laporan tersebut.
Aksi tersebut nantinya akan membawa tuntutan agar Mabes Polri melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Kapolres Musi Rawas Utara, termasuk meminta agar Kapolres Muratara dicopot atau diganti apabila berdasarkan hasil evaluasi internal Polri terbukti tidak mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara profesional.
Desakan tersebut bukan didasarkan pada kepentingan pribadi ataupun upaya untuk mengintervensi proses hukum.
Sebaliknya, IMATARA ingin memastikan bahwa institusi kepolisian benar-benar hadir untuk memberikan rasa aman dan kepastian hukum kepada masyarakat.
Kami mempertanyakan, jika masyarakat sudah melapor dan laporan tersebut tidak mendapatkan kejelasan, kepada siapa lagi masyarakat harus mencari perlindungan hukum?
IMATARA tidak ingin persoalan ini berhenti menjadi sekadar laporan di atas kertas. Kami akan terus mengawal perkembangan kasus ini dan meminta agar setiap proses penanganannya dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
Apabila dalam waktu yang patut tidak terdapat kejelasan mengenai tindak lanjut laporan tersebut, IMATARA siap membawa persoalan ini ke tingkat yang lebih tinggi, termasuk menyampaikan pengaduan dan aspirasi kepada Mabes Polri serta melakukan aksi demonstrasi secara damai dan konstitusional.
Tuntutan IMATARA jelas:
- Mendesak Polres Musi Rawas Utara segera memberikan kejelasan mengenai perkembangan laporan dugaan pengancaman.
- Mendesak dilakukannya proses penyelidikan secara profesional, objektif, transparan, dan sesuai ketentuan hukum.
- Mendesak adanya evaluasi terhadap kinerja dan kepemimpinan Kapolres Musi Rawas Utara apabila terbukti terdapat kelalaian atau ketidakprofesionalan dalam penanganan perkara.
- Meminta Mabes Polri turun tangan apabila penanganan di tingkat Polres tidak memberikan kejelasan.
- Meminta Kapolri melakukan evaluasi terhadap Kapolres Musi Rawas Utara dan mengambil tindakan tegas, termasuk pergantian atau pencopotan, apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya ketidakmampuan atau pelanggaran dalam menjalankan tugas.
IMATARA percaya bahwa kritik terhadap kepolisian bukanlah bentuk permusuhan terhadap institusi Polri. Kritik adalah bagian dari kontrol sosial untuk memastikan kewenangan penegakan hukum digunakan secara profesional dan berpihak kepada keadilan.
Jika hukum tidak mendapatkan ruang di tingkat daerah, maka IMATARA siap membawa aspirasi ini ke tingkat nasional. IMATARA: Kawal Laporan, Kawal Keadilan, Kawal Rasa Aman Masyarakat.*
Laporan : Igo Dika Prio wartawan rmnews.id Musi Rawas Utara.
























































