KARIMUN, RMNEW.ID-Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disduk Capil) Kabupaten Karimun turun ke sekolah-sekolah. Khususnya, SLTA sederajat. Hal ini dilakukan untuk perekaman e-KTP kepala pelajar yang akan berusia 17 pada akhir tahun atau sampai dengan pada saat Pemilu 2024 mendatang.
”Selain memang tugas kita untuk memberikan kemudahan kepada para pelajar SLTA sederajat juga sebagai bentuk dukungan untuk Pemilu 2024. Khususnya, untuk pemili pemula. Untuk itu, staf kita turun ke SLTA yang ada di Karimun,” ujar Kepala Disdukcapil Kab. Karimun, M Tahar, Jumat (29/9/2023).
Sampai dengan saat ini, katanya, sudah ada 1.700 orang pelajar SLTA yang dalam waktu dekat yang berusia 17 tahun sudah direkam datanya. Sehingga, jika sampai pada usianya nanti pihak Disdukcapil akan langsung mencetak e-KTP.
”Kalau melihat jumlah potensial pemilih pemula sebanyak 3 ribuan lebih, maka tidak banyak lagi yang belum perekaman. Kita sudah buat jadwal untuk kembali turun ke SLTA di seluruh Karimun pada November dan Desember mendatang. Diharapkan semuanya bisa tuntas dalam waktu dua bulan tersebut,” jelasnya.
Meski demikian, lanjutnya, pihaknya bukan tidak menemui kendala saat melakukan perekaman ke sekolah -sekolah. Misalnya, ada pelajar yang akan direkam data kependudukannya, namun tidak bersedia. Alasan karena menggunakan pakaian sekolah. Dan ada juga ingin melakukan perekaman dengan datang sendiri ke kantor dinas.
”Kalau seperti ini, maka sudah tentu pekerjaan tidak akan bisa selesai dengan tepat waktu. Untuk itu, saya minta kerja sama dari para kepala sekolah untuk memberikan arahan kepada para pelajarannya agar ikut melakukan perekaman ketika petugas Disdukcapil datang ke sekolah. Sehingga, petugas kita tidak turun berkali-kali ke sekolah. Karena, kalau harus datang lagi ke sekolah yang sama waktunya bisa sampai satu bulan ke depan,” ungkapnya.
Kendala lainnya, lanjut Tahar, saat ini server untuk menyimpan data kependudukan yang ada di Disdukcapil hanya tinggal 1 unit yang berfugsi. Sedangkan, 2 unit lagi rusak. Sehingga, perlu dilakukan perbaikan. Karena, data yang ditarik dari server pusat itu masukkan ke server kabupaten.
”Kalau untuk blanko e-KTP sampai saat ini tidak ada masalah. Kita baru ambil dari pusat dan persediaan masih ada 6 ribu lembar. Begitu juga dengan mesin cetak kondisi masih dalam keadaaan bagus,” paparnya. (**)
iks
























































