BATAM, RMNEWS.ID-Pelanggan air bersih PT Moya SPAM Indonesia mengeluh. Pasalnya tagihan air SPAM dirumah membengkak sepuluh kali lipat dari sebelumnya. Ibu Jasniwati, warga Tanjung Piayu Batam, mengaku kaget terhadap tagihan airnya di bulan Juli 2024 membengkak menjadi Rp 1.367.800. Padahal bulan sebelumnya tagihan air tersebut normal yakni hanya Rp 140.350.
“Ini tagihan untuk bulan Juli 20024, tagihan air bulan Mei 2024 masih normal yakni hanya ratusan ribu. Padahal di rumah tersebut hanya tinggal 1 keluarga dan dua anaknya, tapi kenapa bisa tagihannya sampai membekak,” keluh Jasniwati saat ditemui dua hari lalu di Batam Centre.
Jasniwati yang juga Pemimpin Umum Surat Kabar Suara Mandiri Pos menjelaskan, biasanya setiap bulan ia hanya merogoh kocek sebesar Rp 140.000 saja. Tagihan pemakaian air di rumahnya paling besar 140 sampai 150 ribu saja. Namun kali ini membengkak sampai sepuluh kali lipat.” Saya tak ngerti bagaimana petugas pencatat meteran melihatnya, ia menduga petugas hanya membuat buat saja,”kata Jasniwati menduga.
Jasniwati mengaku telah membuat laporan ke Kantor Pelayanan Pelanggan (KPP) PT. Moya Indonesia Batam Center. Namun, dia mengaku kurang puas dengan penjelasan melalui surat pihak pengelola.”Dalam surat itu tagihan saya melonjaknya sejak Juli 2024 dengan pemakaian 117 m3. Tapi saya heran klasifikasi tagihan rumah saya dibuat 3A dengan klasifikasi niaga kecil. Padahal dirumah saya itu tidak ada perniagaan aatau apapun, itu yang saya herankan,”ungkap Jasniwati lagi.
Menurut Jasniwati, sejak perusahaan air dikelola oleh PT Moya Indonesia, tagihan air membengkaak sepuluh kali dirumahnya terjadi sudah yang ke dua kali,” Ini sudah yang kedua kali, sebelumnya juga pernah tagihan airnya membengkak seperti ini, tapi setelah saya namun setelah pihaknya complain, tagihan air dirumahnya normal kembali, nah ini penyakit lamanya kambuh lagi,”kata Jasniwati sedikit mendongkol.
Oleh sebab itu, dia berharap pimpinan PT Moya Indonesia segera merespon terkait tagihan air membengkak ini. Sebab, keluhan yang sama juga dirasakan oleh warga lainnya, yang juga terkena kasus serupa, karenanya ia berharap pimpinan PT.Moya Indonesia dapat menanggapi keluahan war,” ujar Jasniwati.
Editor : Gusti Rangga.























































