TANJUNGPINANG, RMNEWS.ID – Seorang pria bernama Agung Hariyadi (25), warga asal Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau mengalami nasib miris usai dirinya tertipu dan menjadi korban pedagangan orang di Kamboja.
Namun takdir berkata lain, Agung berhasil lolos dari agen yang menjualnya karena sebuah peristiwa kecelakaan di Kamboja.
Desi selaku ibu korban, bercerita kalau Agung anaknya tersebut sudah bisa menghubunginya pasca kecelakaan mobil yang membawanya dari satu kota ke kota lain.
Melansir dari Tribun, cerita ini bermula ketika performa Agung ditempat kerja sebagai Admin judi online tidak sesuai dengan perusahaan.
Diduga Agung dijual oleh perusahaan awal ke perusahaan berikutnya. Satu momen, karena performa Agung tidak sesuai dengan permintaan perusahaan, Agung dilepas ke agen lain dan dipindahkan ke kota lain.
Agung akhirnya keluar dari kerangkeng yakni kamar dimana dia disekap.
Saat dipindahkan ke kota berikutnya, kendaraan yang ditumpangi Agung mengalami kecelakaan. Seolah sengsara membawa nikmat, Agung melarikan diri dalam musibah itu.
Dia kabur dengan bermodalkan telpone genggamnya dan baju di badan.
Ia terus berlari dan akhirnya mendapatkan pertolongan dari warga sekitar. Dengan menggunakan bahasa isyarat dengan warga disana, ia akhirnya memperkenalkan diri dan mengatakan kalau menjadi korban perdagangan manusia.
“Anak saya diselamatkan warga sekitar ketika mobilnya mengalami kecelakaan. beruntung anak saya tidak apa-apa dan bisa kabur dari musibah itu,” sebut Desi bercerita kalau sang anak kini sudah dalam kondisi baik-baik saja.
Namun sebagai orang tua, dia masih terus kepikiran sang anak. Apa yang dilakukan Desi di rumah saat ini tidak bisa fokus. Bahkan ia sering bermenung sendiri ketika mengingat anaknya tersebut.
“Semenjak anak saya kecelakaan itu, saya bisa berkomunikasi dengan dia. Saya berharap ada orang-orang baik yang bisa mengantarkan kembali anak saya pulang ke Tanjungpinang,” ungkap Desi.
Desi tidak menyangka kalau cerita anaknya bisa serumit ini. Padahal ia berharap sang anak bisa mendapatkan pekerjaan layak di negeri orang.
Apalagi awalannya Agung dijanjikan bekerja di Malaysia bukan di Kamboja.
Desi bahkan mengingat kembali detik-detik anaknya pergi merantau dengan penuh semangat dan berharap bisa merubah ekonomi keluarga.
Dia dijanjikan kerja di kebun sawit Malaysia dengan gaji Rp 30 juta perbulan.
Namun harpaan dan cita-cita Agung sirna semua setelah dia menjadi korban penipuan. Kepolosan Agung seolah membawanya kejurang kehidupan paling dalam.
Sekarang Agung dan orangtuanya berharap bagaimana mereka bisa bertemu kembali pulang kepelukan keluarga.
“Kalau bisa kerja disini saja, yang terpenting anak saya bisa pulang dulu,” tegasnya.
Editor: Andika
Sumber: Tribun























































