ACEH TAMIANG, RMNEWS.ID- Sejumlah warga Dusun Karya, Lorong Rel, Desa Seumadam, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, menyuarakan kekecewaan mereka terhadap proses pendataan kerusakan dan penyaluran bantuan pascabanjir.
Warga menilai pendataan yang dilakukan tidak mencerminkan kondisi sebenarnya sehingga berdampak pada hak bantuan yang mereka terima.
Keluhan tersebut mencuat setelah beberapa rumah warga yang mengalami kerusakan berat justru tercatat sebagai rusak ringan.
Padahal, menurut warga, kondisi bangunan mereka sudah hancur hingga mencapai sekitar 80 persen akibat banjir yang melanda wilayah tersebut.
Salah seorang warga berinisial RT (46) mengatakan, ketidaksesuaian data diduga terjadi karena petugas pendataan tidak turun langsung ke lapangan.
“Kami menyayangkan pendataan yang dilakukan. Banyak rumah rusak parah, tapi dimasukkan ke kategori rusak ringan,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (16/1/2026).
RT juga berharap adanya keterbukaan informasi dari pemerintah desa terkait kriteria penilaian kerusakan rumah.
Menurutnya, informasi tersebut seharusnya disampaikan secara terbuka melalui spanduk atau baliho agar warga dapat memahami kategori kerusakan rumah masing-masing.
Ia juga menyesalkan jarangnya kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas di Dusun Karya setelah bencana, padahal sebelumnya aparat tersebut rutin terlihat di wilayah desa binaan.
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, MAR (48).
Ia menyebutkan kondisi semakin memprihatinkan karena aparatur desa seperti Datok dan Sekretaris Desa juga jarang terlihat di Dusun Karya yang dihuni sekitar 150 jiwa terdampak banjir.
Selain itu, bantuan sembako yang diterima warga dinilai sangat terbatas dan tidak merata.
MAR menjelaskan, warga hanya menerima beras dalam jumlah kecil yang diberikan beberapa kali, ditambah mie instan serta sedikit minyak goreng atau gula, itupun hanya sekali.
“Untuk bantuan lauk seperti telur atau sarden, kami tidak pernah menerima,” tegasnya.
Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Sekretaris Desa melalui pesan WhatsApp. Namun, jawaban yang diberikan dinilai tidak memberikan kejelasan atas keluhan warga.
Oleh karena itu, warga Dusun Karya akan menyampaikan langsung persoalan tersebut ke Kantor Camat Kejuruan Muda guna memastikan apakah bantuan yang diterima sudah sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku.
Dengan jumlah sekitar 465 kepala keluarga yang tersebar di tiga lorong, warga Dusun Karya berharap tidak terjadi perlakuan berbeda dalam penanganan pascabencana.
Mereka meminta perhatian serius dari pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten agar kebijakan yang diambil benar-benar adil, transparan, dan berpihak kepada masyarakat terdampak.**
Redaktur: Gusti Rangga
Laporan: Sofyan RMNEWS.ID Aceh Tamiang























































