LANGKAT, RMNEWS.ID-Belum reda terkait kemarahan masyarakat atas kenaikan BBM nonsubsidi jenis Pertamax Ron 92 dan BBM nonsubsidi lainnya.
Membuat jutaan unsur mshasiswa melakukan aksi . Bukan itu saja, di berbagai SPBU banyak truk truk serts kenderaan berbahan bakar solar subsidi mengantri.
Bahkan, akibat kenaikan Pertamax, hampir disemua SPBU banyak ditemukan kenderaan roda 4 dan 2 turut mengantribuntuk beralih membeli BBM bersubsidi jenis Pertalite.
Namun demikian, bagi salah seorang oknum berinisial AY yang merupakan mantan napi kasus BBM ilegal , seolah tidak perduli , sembari membuka usaha dapur memasak minyak kondesad ilegal .
Yang mana memisahkan atau menyuling residu gas/minyak bumi menjadi bahan bakar seperti minyak tanah atau solar menggunakan panas. Oknum AY juga dikenal sebagai penampungn BBM bersubsidi seperti solar dan Pertaliten, di Desa Bukit Payung, Kec.Padang Tualang, Kab.Langkat. Sumatera Utara.
Dari pengamatan media serta informasi masyarakat usaha oknum AY yang banyak memiliki armada kenderaan khusus yang tangkinya sudah di modifukasi bisa menampung solar subsidi sebanyak 200 liter per sekalinangkut.
“Wah, banyak bang armadanya, ada juga Col Diesel dan L 300, bah kan mobil pribadi yang takinya sudah dimodifikasi .
Pokoknya, banyak armadanya bang. Armada oknum AY ini selalu memanfaatkan barcode jatah pembelian BBM bersubsudi milik kenderaan orang lain yang diduga bekerja saman dengan operator atau pemolik SPBU . Kan, orang SPBU yang barvode BBM bersubsidi dari Pertamina.” Ujar warga setempat yang identitasnya tak ingin dipublis dipemberitaan ini, Rabu (17/6/2026) melalui Aplulikasi WhatdApp.
Tambah sumber menambahkan jika narmada milikn oknum AY setiap hari membeli BBM dari SPBU yang ada di Langkat hingga ke Tandem dan wilayah kota Binjai sekitarnya.
Selain itu lanjut sumber , jika oknum AY ini sekitar 4 tahun lalu pernah masuk bui tersandung kasus penadahan BBM ilegal oleh jajaran Polairud Mabes Polri yang ditangani di Polres Belawan. Jelas sumber.
Sementara Kaded Bukit Payung Jarwo ketika dikonfirmasi terkait kebenaran keberadaan lokasi usaha penampungan BBM ilegal milik oknum AY, pihaknya tudaknya tidak ikut campur terkait aktivitas oknum AY. kata Jarwo.
Oknum AY selaku pemilik usaha saat dikonfirmasi, tidak membantah , namun katanya ” ia bang ada tapi tidak banyak hanya 70 hingga 100 liter dapat per unit mobil kita katanya.
“Yah banyak kawan kawan juga yang dibagi , sebut oknum AY”,nujarnya.*
Laporan : Supriadi Korwil Rmnews.id Sumut.























































