BATAM, RMNEWS.ID-Meski anggaran Pemeliharaan Jalan Provinsi di sejumlah daerah tiap tahun dianggarkan, Namun untuk tahun 2021 dan 2022 anggaran pemeliharaan Jalan Provinsi di Batam tidak ada anggarannya. Maka tidak ada pemeliharaan jalan provinsi di batam.
Hal ini dijelaskan Suji Hartanto, pengawas Jalan dan Jembatan Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan Bidang Bina Marga Dinas pekerjaan Umum Provinsi Kepri, Sabtu (8/10/2022) melalui sambungan telpon kepada media ini, menanggapi pemberitaan yang tayang di kanal YouTube R m newstv dan portal media online R m news.id, dengan judul Anggaran Pemeliharaan Jalan Kepri 17 Miliar, Tapi Jalan di Batam Tidak Terawat.

Menurut Suji, memang anggaran pemeliharaan jalan dan jembatan setiap tahun diusulkan, namun untuk anggaran pemeliharaan atau perawatan jalan di Batam tahun ini tidak ada, disebabkan keterbatasan anggaran. Tak hanya di Batam saja, tapi disejumlah daerah juga sama, seperti karimun dan Kabupaten Lingga. Insya Allah, tahun depan kita anggarkan, kata Suji.
Akan tetapi, apa yang dijelaskan Suji, bahwa anggaran pemeliharaan tidak ada, justru tidak sesuai dengan Informasi yang diperoleh media ini mengungkap, bahwa tiap tahun anggaran pemeliharaan jalan dan jebatan Provinsi kepri dikucurkan Pemerintah sebesar Rp 17 miliar. Pada tahun 2021 saja, dana pemeliharaan Jalan dan Jembatan, untuk Jalan Provinsi dianggarkan sebesar Rp 16.457.391.982.

Ironisnya, sejumlah ruas jalan Provinsi di Kota Batam, tidak ada perawatan. Pada Tahun 2022 ini, tidak terlihat ada Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kepri melakukan perbaikan atau pemeliharaan jalan Provinsi di Kota Batam. oleh karena itu, patut dipertanyakan, kemana raibnya anggaran pemeliharaan jalan dan jembatan Provinsi Kepri sebesar 17 miliar yang dikucurkan pemerintah tersebut?.
Sebagaimana diberitakan, Kondisi sejumlah ruas jalan yang menjadi tanggungjawab Pemerintah Provinsi Kepri di Batam, saat ini sangat memprihatinkan. Pasalnya, sejumlah ruas jalan tersebut kondisinya sudah banyak yang rusak parah dan berlobang-lobang, akibat sama sekali tidak ada perawatan dari Dinas pekerjaan umum Provinsi kepri.

Salah satu ruas jalan yang saat ini sangat memprihatinkan adalah ruas Jalan Simpang Cikitsu atau Jalan Raja M. Saleh sampai Bundaran SMA Negeri 3 Batam, selain jalan tersebut sempit dan dinilai tidak mampu menampung volume kenderaan, badan jalan juga sudah cukup parah rusaknya, disana sini, lobang ternganga. Bahkan, jika pengendara sepeda motor tidak ekstra hati-hati, bisa membahayakan dan terjadi kecelakaan. Demikian juga ruas jalan di Simpang Taiwan dan sejumlah ruas jalan lainnya di Kota Batam, kondisinya cukup memprihatinkan.
Apalagi saat ini sudah musin penghujan, kondisi jalan yang berlobang tersebut semakin parah rusaknya. Anehnya, tak ada perhatian dari Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kepri. Banyak pengendara dan warga mengelukan akibat kerusakan jalan tersebut. Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air atau DBMSDA Kota Batam, Yumasnur, mengaku tidak punya wewenang untuk memperbaiki jalan tersebut karena masuk dalam jalan Provinsi.
Redaksi : Mawardi
























































