JAKARTA, RMNEWS.ID-Polisi telah menangkap 12 pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang terlibat jual beli ginjal ke Kamboja. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Hengki Haryadi mengatakan, dari 10 pelaku itu ternyata terdiri dari dua jaringan berbeda.”Jadi dua sindikat, tapi ada yang main dua kaki juga. Jadi samber semua,” kata Hengki di Polda Metro Jaya, Jumat, (21/7/23).
Hengki menjelaskan, satu sindikat bermarkas di sebuah rumah kontrakan di Villa Mutiara Gading, Kabupaten Bekasi. Tempat penampungan korban TPPO sebelum dibawa ke Kamboja telah digerebek pada 19 Juni 2023 lalu. Sedangkan markas sindikat lainnya ada di Cilebut, Kabupaten Bogor. “Nah ini masih kita kembangkan lagi apakah ada yang lain. Intinya sekali lagi, kita tidak mau ini terulang lagi,” ujarnya.
Jumlah korban TPPO hingga saat ini yang terdata sebanyak 122 orang. Ginjal mereka telah didonorkan di Preah Ket Mealea Hospital, Kamboja. Modus operandinya, Korban diberikan uang Rp 135 juta, sedangkan sindikat TPPO memperoleh Rp 65 juta. Transfer uang ditujukan ke rekening pribadi korban, dilakukan beberapa hari setelah transplantasi/pencangkokan ginjal dilakukan.
Koordinator sindikat yang beraksi di Kamboja bernama Hanim. Dia kenal dengan seseorang yang bekerja di rumah sakit militer itu. Awalnya, dia juga sebagai korban yang menjual ginjalnya pada tahun 2018 karena faktor ekonomi. Dia lantas merekrut korban lain.“Kita rilis kemarin itu memang kita untuk memberikan efek jera secara spesialis buat pelaku yang sudah ditangkap maupun generalis jangan ada lagi modus-modus seperti ini,” sebut Hengki.
Selain dua sindikat perdagangan orang itu, Polda Metro Jaya juga menangkap dua orang yang bukan anggota sindikat yaitu seorang anggota Polri Aipda M dan seorang petugas imigrasi. Aipda M merupakan anggota Polres metro Bekasi Kota. Ia menerima uang Rp 612 juta untuk membantu sindikat ini kabur saat dilacak. Sedangkan A adalah petugas imigrasi yang menerima uang Rp 3,2 juta hingga Rp 3,5 juta untuk mengurus korban jual beli ginjal yang akan berangkat ke Kamboja. **
Redaksi ; Mawardi.























































