JAMBI, RMNEWS.ID- Aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Jambi berlangsung liar dan tak terkendali. Demo berlangsung dari Jumat siang hingga Sabtu 30 Agustus 2025 dini hari ricuh.
Satu unit mobil di Kejati dibakar serta lima personel kepolisian dilaporkan mengalami luka-luka serius akibat insiden unjuk rasa tersebut.
Kapolda Jambi, Irjen Pol Krisno H Siregar, mengonfirmasi bahwa para anggota yang terluka tersebut menderita cedera akibat lemparan batu dan pukulan kayu dari para pengunjuk rasa.
Insiden ini menandai eskalasi ketegangan dalam aksi demonstrasi yang semula berlangsung damai namun berakhir ricuh.
Para korban luka kini tengah menjalani perawatan medis intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jambi, memastikan mereka mendapatkan penanganan terbaik secepatnya.
Pihak kepolisian terus memantau kondisi para personel yang menjadi korban dalam kericuhan ini dan memastikan pemulihan mereka.
Kapolda Jambi, Irjen Pol Krisno H Siregar, secara langsung menyampaikan bahwa lima anggota kepolisian terluka akibat aksi unjuk rasa yang ricuh dan anarkis.
Para personel ini mengalami cedera setelah dilempari batu dan dipukul menggunakan kayu oleh massa demonstran yang bertindak di luar kendali.
Kejadian ini menunjukkan tingkat kekerasan yang tidak dapat ditoleransi selama aksi protes tersebut.
Saat ini, kelima anggota polisi yang menjadi korban telah dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jambi untuk penanganan lebih lanjut.
Mereka menerima perawatan medis intensif untuk memulihkan kondisi kesehatan mereka dari luka-luka yang diderita.
Pihak rumah sakit dan kepolisian terus memantau perkembangan kondisi para personel yang terluka demi memastikan pemulihan optimal.
Insiden ini menjadi perhatian serius bagi aparat keamanan dalam menjaga ketertiban umum dan menegakkan hukum.
Pihak berwenang berupaya mengidentifikasi pelaku kekerasan yang menyebabkan luka pada anggota polisi.
Keamanan dan keselamatan personel menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan unjuk rasa, terutama ketika situasi mulai tidak kondusif.**
Redaktur: Gusti Rangga
Sumber: Merdeka























































