MALUKU TENGAH, RMNEWS.ID- Sebanyak 11 anak buah kapal (ABK) dilaporkan hilang setelah kapal pencari ikan Maluku Prima Makmur 03 terbakar di perairan Laut Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Kamis (20/11/2025) sore.
Peristiwa itu terjadi saat kapal tengah menjalankan operasi pencarian ikan di wilayah perairan tersebut.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ambon, Muhamad Arafah, menjelaskan bahwa kapal tersebut bertolak dari Pelabuhan Tulehu pada 8 November 2025.
Setelah sekitar 12 hari beroperasi, musibah kebakaran terjadi dan menyebabkan para ABK terombang-ambing di laut.
Arafah menyampaikan bahwa informasi kecelakaan baru diterima pada 21 November 2025 dari pihak penanggung jawab kapal.
“Kami mendapat informasi kecelakaan kapal tersebut pada tanggal 21 November kemarin dari penanggung jawab kapal,” ujarnya dikutip dari Beritasatu, Sabtu (22/11/2025).
Setelah menerima laporan, pihak penanggung jawab kapal segera meminta bantuan Tim SAR.
Basarnas kemudian mengaktifkan proses pencarian melalui Pos SAR Banda, bekerja sama dengan TNI AL dan Polairud untuk menemukan keberadaan kapal maupun para ABK.
Untuk mempercepat operasi, Basarnas Ambon mengerahkan KN SAR Bharata menuju lokasi terjadinya kebakaran kapal. Pencarian dimulai sejak Jumat (21/11/2025) sore.
Namun, Arafah menjelaskan bahwa kondisi cuaca sangat buruk di perairan Laut Banda membuat pencarian terpaksa dihentikan sementara.
“Pencarian dilakukan sejak kemarin sore, namun karena terkendala cuaca sangat buruk pencarian dihentikan sementara,” ujarnya.
Hingga Sabtu (22/11/2025), sebanyak 11 ABK kapal Maluku Prima Makmur 03 masih belum berhasil ditemukan. Operasi pencarian tetap dilanjutkan meski cuaca di sekitar lokasi kejadian masih berpotensi memburuk.
“11 nelayan masih belum ditemukan dan hari ini pencarian masih dilakukan,” kata Arafah.**
Redaktur: Gusti Rangga
Sumber: Beritasatu























































