BANJARNEGARA, RMNEWS.ID- Pencarian korban longsor di Dukuh Situkung, Desa Pandanarum, Banjarnegara, memasuki hari ketujuh pada Sabtu (22/11/2025).
Tim SAR gabungan kembali menemukan dua jasad sehingga jumlah korban meninggal bertambah menjadi 12 orang, sementara 16 lainnya masih dinyatakan hilang.
Cuaca hujan yang turun sejak siang membuat proses evakuasi berlangsung sangat berisiko. Meski demikian, tim SAR tetap melanjutkan pencarian korban.
Pada pukul 16.30 WIB, sebuah jasad perempuan dewasa ditemukan di sektor C.1.
Sekitar 30 menit kemudian, tim kembali berhasil mengevakuasi jasad seorang bocah laki-laki dari titik yang sama.
Kepala Kantor Basarnas Semarang, Budiono, membenarkan temuan tersebut.
“Tim menemukan dan mengevakuasi dua jasad, diketahui bernama Ibu Susanti (26) dan Jonathan Prayoga (7). Dengan temuan ini total sudah 12 korban ditemukan, sementara 16 lainnya masih dalam pencarian,” ujar Budiono dikutip dari Detik, Sabtu (22/11/2025).
Ia juga mengungkap identitas dua korban yang ditemukan pada hari sebelumnya, yakni Ibu Lipah (45) dan Warjono Lamar (65).
Semua korban ditemukan di area yang diperkirakan sebagai pusat warga tertimbun material longsor.
Hujan deras yang mengguyur kawasan sejak siang membuat medan pencarian semakin berbahaya. Pergerakan 17 alat berat yang dikerahkan menjadi sangat terbatas karena ancaman longsor susulan.
“Ketika hujan deras turun, kami hentikan operasi untuk mengantisipasi kemungkinan longsor susulan,” lanjut Budiono.
Meski operasi alat berat terhenti sesekali, tim SAR tetap berupaya melakukan pencarian secara manual ketika kondisi memungkinkan.
Memasuki hari ketujuh, Basarnas memastikan bahwa lokasi pencarian tidak berubah.
Sektor A dan C dipercaya sebagai area paling potensial tempat puluhan warga tertimbun.
“Besok sudah memasuki hari ke-7, tidak ada perubahan area pencarian. Fokus kami tetap pada sektor A dan C. Semoga cuaca cerah agar pencarian bisa lebih maksimal,” kata Budiono.
Longsor besar yang terjadi pada Minggu (16/11) menjelang sore menghancurkan rumah-rumah warga dan menimbun puluhan penduduk dalam hitungan detik.
Hingga kini, tim SAR gabungan terus berpacu dengan waktu untuk menemukan seluruh korban sambil tetap menjaga keselamatan para personelnya di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.**
Redaktur: Gusti Rangga
Sumber: Detik























































