JAKARTA, RMNEWS.ID- Drone angkatan laut Ukraina dilaporkan menyerang dua kapal tanker minyak Rusia yang tergabung dalam “armada bayangan” saat melintas di Laut Hitam.
Serangan tersebut terjadi ketika kedua tanker melintasi perairan internasional di dekat pantai Turki, pada Jumat (28/11/2025). Salah satu tanker, Virat, disebut kembali menjadi sasaran serangan lanjutan pada Sabtu (29/11/2025).
Rekaman yang telah diverifikasi BBC memperlihatkan drone laut melesat di atas gelombang, menembus ombak, menabrak lambung kapal, kemudian meledak menjadi bola api, menyemburkan asap hitam pekat ke udara.
Menurut otoritas Turki, kapal tanker yang diserang bernama Kairos dan Virat, keduanya berbendera Gambia, dan beroperasi di lepas pantai Turki.
Meski dampak ledakan menimbulkan kebakaran dan kepulan asap besar, hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa.
Pejabat Ukraina menilai serangan ini sebagai upaya strategis untuk menekan pendapatan minyak Rusia, yang dianggap menjadi salah satu sumber utama pendanaan operasi militer Kremlin dalam perang di Ukraina.
Serangan drone laut ini disebut sebagai eskalasi terbaru Kyiv, menandai fokus baru Ukraina bukan hanya di medan tempur darat, tetapi juga di jalur logistik dan ekonomi Rusia.
Langkah ini bertujuan memperlemah ketahanan finansial Moskow, terutama dari sektor ekspor energi.
“Armada bayangan” Rusia sendiri merujuk pada ratusan tanker minyak tua yang dioperasikan untuk menghindari sanksi Barat setelah invasi ke Ukraina pada 2022.
Kapal-kapal ini sering memiliki data kepemilikan atau asuransi yang tidak transparan, sehingga sulit dilacak.
Kedua tanker tersebut tercatat dalam daftar sanksi perdagangan berdasarkan data Bursa Efek London (London Stock Exchange Group/LSEG), yang menunjukkan keterkaitan mereka dengan operasi ekspor minyak yang berupaya mengakali pembatasan internasional.
Sumber internal yang dikutip media internasional menyebut drone laut Sea Baby digunakan dalam operasi tersebut.
Drone ini merupakan kendaraan tanpa awak jenis USV (Unmanned Surface Vehicle) yang diproduksi badan intelijen dan keamanan Ukraina, SBU, dan dikerahkan dalam sejumlah operasi laut melawan target strategis Rusia.**
Redaktur: Gusti Rangga
Sumber: BBC
























































