JAKARTA, RMNEWS.ID- Jumlah warga negara Indonesia (WNI)/Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang meninggal dunia dalam insiden kebakaran besar di Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong, kembali bertambah menjadi 9 orang, hingga Minggu (30/11/2025).
Sementara itu, tiga PMI lainnya dilaporkan luka-luka, dan satu orang di antaranya telah dipulangkan ke tempat kerjanya.
Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu RI) menyampaikan pembaruan data ini berdasarkan rilis Hong Kong Police Force (HKPF). Sebelumnya, pada Sabtu (29/11/2025), tercatat 7 WNI meninggal dan 2 luka-luka.
Kini korban jiwa bertambah dua orang, dan korban luka bertambah satu orang.
Direktur Informasi dan Media Kemlu, Hartyo Harkomoyo, menegaskan bahwa Konsulat Jenderal RI (KJRI) Hong Kong terus bekerja dan melakukan koordinasi intensif dengan otoritas setempat untuk memastikan keselamatan PMI/WNI terdampak bencana.
“KJRI Hong Kong terus koordinasi dengan Pemerintah Hong Kong. Hari ini mereka masih terus bekerja,” ujar Hartyo, dikutip dari CNN.
Data ketenagakerjaan mencatat 140 PMI sektor domestik (asisten rumah tangga) bekerja di kompleks tersebut.
Hingga Sabtu (29/11/2025) 61 PMI berhasil dikonfirmasi keberadaannya, sementara 79 PMI lainnya masih dalam proses verifikasi.
Dengan perkembangan terbaru, 64 PMI/WNI telah dikonfirmasi keberadaannya, tetapi proses settlement data, identifikasi lokasi, dan komunikasi keluarga masih terus berlangsung.
KJRI Hong Kong bersama Direktorat Perlindungan WNI terus melakukan verifikasi data korban dan pemberitahuan kepada keluarga di Indonesia, termasuk melalui Tim Family Engagement untuk pendampingan urusan repatriasi jenazah dan klaim hak finansial korban.**
Redaktur: Gusti Rangga
Sumber: CNN
























































