BATAM, RMNEWS.ID-Proyek Pembangunan gedung Jasa Konstruksi Fisik Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, Provinsi Kepri, disebut sebut dari awal tender sudah bermasalah.
Sebelumnya proyek ini dikerjakan oleh kontraktor CV Tiara Utama Ratna, yang beralamat di Desa Dalam Kaum Kecamatan Sambas, Kalimantan Barat, sebagai pemenang tender. Namun perusahaan tersebut kabarnya kabur tidak mengerjakan proyek tersebut hingga selesai.
Berdasarkan data diperoleh media ini dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kementerian Agama (Kemenag) RI, proyek jasa konstruksi fisik gedung Balai Nikah dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama (KUA) Batu Ampar tersebut tampak kembali ditender ulang.
Proyek milik Kantor Wilayah (Kanwil) provinsi Kepulauan Riau, sebagai kontraktor pelaksana tercatat CV Bengkel Kreasindo Kepri yang beralamat di Tanjungpinang Timur, dengan nilai proyek sebesar Rp 1.339.570.798 yang sumber dana dari APBN tahun 2025.
Pantauan media ini, Jumat (02/01/2026) di lokasi, progres pekerjaannya juga terlihat tidak ada kemajuan bahkan proyek tersebut tidak selesai tepat waktu. Saat ini diperkirakan progres pekerjaan gedung Balai Nikah dan Manasik Haji sekitar baru 65 persen.

Pembangunan kantor KUA di Batu Ampar Batam yang dikerjakan asal siap. (Foto/Jasniwati).
Jika dilihat dari luar depan dan samping gedung tersebut memang tampak sudah siap. Namun didalam masih banyak pekerjaan yang belum terpasang, seperti dinding belakang dan dalam baik lantai dasar dan lantai dua belum berplaster, dilantai dua belum terpasang kramik, begitu juga sejumlah ruangan belum terpasang, selain itu plafon terpasang dan tangga naik ke lantai dua belum di kramik.
Proyek yang seharusnya selesai pada akhir tahun ternyata sudah masuk tahun 2026 pekerjaan proyek tersebut tidak siap. Sejumlah pekerja terlihat, melakukan perkerjaan buru buru untuk mengejar cepat selesai, bisa jadi proyek itu dikerjakan asal siap.
“Tinggal dikit lagi selesai, paling lama dua minggu lagi, ini kami kebut pekerjaannya supaya dalam dua minggu ini siap,” kata salah seorang yang mengaku sebagai mandor dari perusahaan itu ketika ditemui media ini di lokasi proyek.
Pria paruh baya yang tak mau menyebut indentitasnya, sama sekali ia tak tahu berapa nilai dan siapa kontraktor yang mengerjakan proyek itu,” Setahu saya kontraktornya dari Tanjungpinang, kami hanya melanjutkan pekerjaan yang ditinggal kontraktor sebelumnya,”ujar pria itu dengan nada pelan.***
Redaksi : Mawardi.
























































