JAKARTA, RMNEWS.ID- Pembalap McLaren, Lando Norris, resmi mengangkat trofi juara dunia Formula 1 (F1) 2025 dalam acara FIA Prize Giving yang digelar di Tashkent, Uzbekistan, Jumat (12/12/2025).
Momen bersejarah tersebut menandai puncak kesuksesan Norris setelah melalui musim yang kompetitif dan penuh drama.
Namun, seremoni penghargaan kali ini berlangsung tanpa kehadiran juara bertahan Max Verstappen.
Pembalap Red Bull Racing itu absen karena alasan kesehatan dan tidak mendapat izin dokter untuk melakukan perjalanan udara.
Norris memastikan gelar juara dunia pada balapan penutup musim di Abu Dhabi, Minggu lalu.
Dalam duel ketat sepanjang musim, pembalap berusia 26 tahun itu sukses mengungguli Verstappen dengan selisih tipis dua poin setelah menjalani 24 seri balapan.
Rekan setimnya, Oscar Piastri, turut memperkuat dominasi McLaren dengan finis di posisi ketiga klasemen akhir pembalap.
Keberhasilan ini mencatatkan Norris sebagai juara dunia F1 ke-35 sejak ajang balap paling bergengsi tersebut digelar pada 1950.
Ia juga menjadi pembalap Inggris ke-11 yang berhasil meraih gelar juara dunia Formula 1.
Dalam pidato kemenangannya, Norris mengaku terharu atas pencapaian terbesar dalam kariernya. Ia menyebut gelar juara dunia sebagai mimpi yang telah ia kejar sejak masa kecil.
“Ini adalah impian banyak orang, impian banyak pembalap, dan akhirnya saya bisa mewujudkannya. Mewujudkan mimpi yang saya miliki sejak kecil,” ujar Norris di hadapan para tamu undangan, seperti dikutip Otogrid.
Suasana acara semakin cair ketika Norris berdiri berdampingan dengan Presiden FIA yang baru terpilih kembali, Mohammed Ben Sulayem.
Norris sempat keceplosan melontarkan kata-kata kasar saat berbicara. Menanggapi hal itu, Ben Sulayem dengan nada bercanda menyebut, “10.000,” merujuk pada nominal denda bagi pembalap yang bersumpah serapah.
Candaan tersebut langsung disambut tawa hadirin setelah Norris merespons dengan jenaka. “Saya didenda. Tapi sekarang saya bisa membayarnya,” ujarnya.
Sementara itu, meski gagal mempertahankan gelar juara dunia, Max Verstappen tetap menunjukkan sikap sportif.
Pembalap asal Belanda tersebut meraih penghargaan F1 Action of the Year berkat manuver overtaking spektakulernya terhadap Oscar Piastri pada lap pertama Grand Prix Imola.
Verstappen menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir secara langsung. “Saya sangat menyesal tidak bisa bersama Anda malam ini. Dokter melarang saya untuk terbang,” ucapnya melalui pesan video.
Ia juga memberikan apresiasi kepada rivalnya. “Selamat sebesar-besarnya kepada McLaren dan khususnya Lando. Kalian menjalani musim yang luar biasa, dan sungguh keren bisa balapan melawan kalian hingga akhir,” kata Verstappen.
Musim F1 2025 pun resmi ditutup dengan persaingan sengit yang meninggalkan cerita bersejarah bagi Lando Norris dan McLaren.**
Redaktur: Gusti Rangga
Sumber: Otogrid























































