STABAT, RMNEWS.ID-Proyek pembangunan Jembatan Sei Wampu di Kab. Langkat senilai Rp75 miliar hingga saat ini terbengkalai alias makerak. Diperkirakan Sudah hampir enam tahun proyek tersebut tidak selesai dikerjakan. Saat ini akivitas pengerjaan di lokasi proyek itu sudah tidak ada. Para pekerjanya yang berasal dari luar daerah juga sudah lama meninggalkan lokasi proyek. Bahkan pagar seng yang dipasang untuk pengamanan proyek tersebut juga sudah berhilangan.

Informasi yang di terima Rmnews.Id, proyek pembangunan jembatan milik Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera, Direktorat Dirjen Bina Marga kementerian PUPR ini kabarnya dimulai sejak tahun 2015 dengan anggaran Rp57 miliar. Sebagai kontraktor pelaksana adalah PT. Karya Sejati Nada Jaya (KSNJ), berkantor di Pematang Siantar. Proyek mangkrak ini juga sudah ditangani oleh tiga kepala satuan kerja (Satker) di Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN)-I Medan.
Menurut informasi, proyek itu semula dianggarkan sebesar Rp 75 miliar dari APBN dan dikerjakan di masa Kepala Satker Wilayah I Ir Bambang Pardede, kemudian berganti dengan Kasatker Riwanto Marbun ST dan saat ini dilaksanakan di masa Kasatker Alfakih. Namun proyek tersebut tidak juga kunjung selesai. Progress pengerjaan proyek itu juga diduga kuat menyimpang dari ketentuan perencanaan. Bahkan disebut-sebut rekanan kontraktor pelaksana proyek tersebut dikabarkan sudah lama kabur,

Informasi yang berkembang bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini telah menyoroti pembangunan jembatan Sei Wampu, yang menghubungkan jalan lintas Kabupaten Langkat – Aceh. Sebab, enam tahun sudah pembangunan jembatan berbiaya puluhan miliar ini terbengkalai.
Pengerjaan jembatan Sei Wampu ini dimulai sejak tahun 2015, sampai sekarang masih mangkrak. Seng yang menutupi bangunan, tampak berbagai tulis-tulisan kritik dari masyarakat. Adapun tulisan yang terlihat jelas, ‘Lahan Pembangunan Dikorupsi’.
Bahkan, di lokasi tersebut tampak sejumlah material proyek seperti pilar-pilar pemancang, besi-besi cor, tumpukan pasir dan peralatan teknik lainnya menumpuk dengan kondisi hampir karatan dan ditimbuni semak rerumputan.**
Laporan : Supriadi Rmnews.Id Korwil Sumatera Utara
























































