JAKARTA, RMNEWS.ID – Peringati HUT ke-22 Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) pada puncak acara rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 DWP.
Berkomitmen untuk memperkuat strategi pemulihan bisnis UMKM di lingkungan DWP BPKP guna membangun ketahanan perempuan Indonesia. Hal ini sejalan dengan slogan DWP, “Bersama Membangun Ketahanan Perempuan Indonesia: Mental Sehat, Bisnis UMKM Pulih!”.
Dalam rangka memperingati HUT DWP ke-22 yang jatuh pada tanggal 7 Desember 2021, DWP BPKP telah melaksanakan berbagai kegiatan baik di pusat maupun di seluruh perwakilan. Adapun kegiatan tersebut berupa pameran produk UMKM. Peningkatan keterampilan melalui pelatihan, bakti sosial, serta seminar yang di laksanakan secara daring maupun luring. Hal itu turut disampaikan oleh Nunik Iwan Taufiq selaku Ketua Panitia Peringatan HUT ke-22 DWP BPKP.
Melalui kegiatan pelatihan ini, Ketua DWP BPKP Fellydia Muhammad Yusuf Ateh berharap dapat mengatasi permasalahan UMKM khususnya di lingkungan BPKP. Fellydia meyakini bahwa seluruh pengurus DWP mampu membangun UMKM di lingkungan masing-masing.
Penasihat DWP BPKP Muhammad Yusuf Ateh. Mewakili segenap insan BPKP mengungkapkan rasa terima kasih serta menaruh harapan besar terhadap Dharma Wanita Persatuan untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi perempuan terutama UMKM di lingkungan BPKP melalui kegiatan-kegiatan yang di laksanakan. Yusuf Ateh juga mengatakan bahwa peran dan resiliensi perempuan bagi Indonesia sangatlah penting. “Perempuan Indonesia menjadi agent of change, menjadi motor penggerak untuk ke arah kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.
Ketua Umum DWP Erni Tjahjo Kumolo mengatakan bahwa dengan adanya kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka peringatan HUT DWP ke-22 dapat meningkatkan kemampuan ekonomi para pelaku usaha UMKM serta meningkatkan kepercayaan diri dalam usaha menjaga kesehatan mental. Dalam mendukung tujuan tersebut. Kegiatan webinar ini pun turut menghadirkan narasumber Susi Hendriani yang memaparkan mengenai strategi dalam melakukan bisnis UMKM.
Redaksi : Ari Susanto
Sumber : Kominfo BPKP
























































