BATAM, RMNEWS.ID-Proyek Pembangunan pengendalian banjir di lingkungan kantor SNVT Pelaksana Jaringan Sumber Air Sumatera IV, Kementerian PUPR, Provinsi Kepri, berlokasi di Tanjung Piayu Batam terancam tidak selesai.
Pasalnya hingga akhir Desember 2021, proyek yang menelan anggaran Rp 12 milyar dikerjakan oleh kontraktor asal Banda Aceh CV Pilar Jaya tersebut tampak belum selesai dikerjakan. Diperkirakan progres pengerjaan yang meliputi pembuatan drainase, pengaspalan jalan, pembuatan parit dan jembatan di komplek kantor itu baru mencaapai 60 persen.

Hal ini terlihat masih berserakan tumpukan tanah disana-sini dilokasi proyek, bahkan sebagian pekerjaan pembuatan parit dan jembatan masih terlihat amburadul. Demikian juga tumpukan tanah yang belum terangkut di lokasi. Bisa jadi proyek yang menggunakan sumber dana dari APBN 2021 dimulai sejak Juli 2021 ini tidak rampung pada tahun ini.

Sejumlah tenaga kerja yang ditemui media ini dilapangan, Rabu (29/12/2021) mengakui walaupun dipaksakan dengan cara apapun, pekerjaan proyek ini tidak akan selesai sampai tahun anggaran 202.“Mau tambah tenaga kerja ataupun tambah alat secanggih apapun tetap tidak akan bisa selesai tahun ini. Bapak bisa lihat sendiri masih banyak pengerjaan yang belum selesai seperti pembuatan dranase, pengerjaan pembuatan parit, jembatan, jalan dan lain-lain. Makanya tidak akan selesai sampai tutup tahun,” ujar pekerja yang tidak mau menyebut namanya kepada media ini.

Seperti diketahui pada tahun anggaran 2021 Balai Besar Wilayah Sumatera IV melalui Satuan Kerja SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Sumatera IV Provinsi Kepri mengucurkan anggaran senilai Rp 12 milian untuk proyek pembangunan pengendalian banjir di lingkungan kantor BBW Sumatera IV Kepri di Tanjung Piayu Batam.

Pantauan Rmnews.Id dilokasi proyek, yang lebih parah lagi tak hanya pengerjaan proyek yang terancam tidak selesai hingga akhir tahun ini. Namun pelaksanaan pengerjaan proyek itu juga terlihat amburadul disinyalir dikerjakan asal asalan alias asal jadi untuk mengejar penyelesaian hingga akhir tahun. Selain itu, proyek ini juga tidak menggunakan papan plank proyek.
Sementara Kepala Satker Balai Besar Sumatera IV Kepri Zulkarnain, hingga berita ini di publish belum berhasil dikonfirmasi terkait proyek pengendalian banjir di lingkungan kantor Balai Besar SNVT Kepri. Demikian juga Hendra Syahputra, Kepala PPK Satker Balai besar Kota Batam, ketika dikonfirmasi terkait proyek tersebut lewat WhatsApp ke ponselnya mmengaku tidak tahu menahu dengan proyek itu.” Saya nggak campur tangan soal proyek itu,” jawab Hendra singkat.
Redaksi : Mawardi
























































