JAKARTA, RMNEWS.ID— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap perubahan signifikan dalam pola kejahatan korupsi yang berujung pada operasi tangkap tangan (OTT).
Ketua KPK Setyo Budiyanto menyebut, praktik serah terima uang secara langsung kini semakin jarang dilakukan pelaku korupsi.
Hal tersebut disampaikan Setyo dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu.
Menurutnya, para pelaku saat ini menggunakan metode layering atau pelapisan transaksi untuk menyamarkan aliran dana hasil korupsi.
“Kalau sebelumnya penyerahan uang dilakukan secara tatap muka dan fisik, sekarang alirannya dibuat berlapis. Itu sebabnya dalam rentang waktu 1×24 jam kami harus memaksimalkan pengungkapan seluruh rangkaian peristiwa,” ujar Setyo, dilansir dari Sindo.
Perubahan modus tersebut, kata Setyo, membuat KPK tidak selalu melakukan penindakan secara spontan.
Lembaga antirasuah kini lebih dahulu mengumpulkan dan menguatkan alat bukti sebelum melaksanakan OTT, termasuk bukti elektronik, catatan transaksi, serta petunjuk lain yang mengaitkan para pihak.
Ia menegaskan, meski seseorang tidak tertangkap saat serah terima uang secara langsung, keterlibatan tetap dapat dibuktikan apabila merupakan bagian dari satu rangkaian tindak pidana korupsi.
Penjelasan itu disampaikan untuk menjawab pertanyaan anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo, terkait anggapan bahwa OTT KPK kini terkesan dirancang sejak awal.
Setyo menepis anggapan tersebut dan menegaskan bahwa OTT tidak pernah diarahkan untuk membidik individu tertentu.
“OTT selalu berawal dari laporan masyarakat. Informasi itu kemudian kami dalami melalui penyelidikan tertutup sebelum dilakukan tindakan hukum,” katanya.
Setyo juga menekankan bahwa besaran uang yang disita dalam OTT tidak selalu mencerminkan skala perkara.
Menurutnya, banyak kasus besar justru terbongkar dari OTT dengan nilai tangkapan yang relatif kecil.
“OTT sering menjadi pintu masuk untuk membongkar perkara korupsi yang jauh lebih besar,” ujarnya.**
Redaktur: Gusti Rangga
Sumber: Sindo























































